about me

...Story of Children, life n friends. Keep open your mind to see the bright side..

Jumat, 13 Januari 2012

Untaian Kata mendera, hingga letup lirih terdengar

Disaat melodi mulai bermain, dimana satu titik bergantian datang, ribuan membuat formasi antri menunggu giliran jatuh tak bertuan. Untuk apa bila hanya mengundang resah. Tapi kaki-kaki mungil mulai menari, dengan cepat meraih tanpa ada tanya. Milik siapa saat ini ?. Suci kata lain tak ternoda, Hitam, Merah, haru Biru tak patut disalahkan. bahkan seindah merah jambu mengapa Tetap dinamakan Noda. Mengapa yang diinginkan hanya Putih atau paling tidak warna Pastel yang sangat pudar. Berontak memilih Ungu tetap unik dan misterius. Apa salahnya? Lalu Suci semacam apa yang diributkan? Bukankah Pelangi itu Indah. Hentikan membelenggu diri hanya untuk mencaci.

Saat Semua melantunkan kata yang terdengar merdu di telinga seolah sedang memeluk raga, tetap sang Qulub wahai Hati tak tahu apa yang sedang dirasa. Boleh jadi lisan bergeming, tiada yang tahu akan di hati sedang menikmati keguncangan rollcoster dan sangat menikmatinya. Ketika tak layak menahan kejutan dekat kelopak, Namun kudapati pelukan hangat sehangat tumpukan benang sutra yang baru disemai.

Atas IzinNYA, sehelai Tirai terurai, atas IjinNYA pemilik sang Waktu yang tidak pernah berbagi kisah mengapa waktu susah berkompromi, Sang Waktu pemenggal paling kejam tapi juga dilemma paling romantis. tak Ada kisah yang enggan untuk pergi maupun ku miliki atas keterpihakan. hanya titian langkah yang harus terpatri menepati janji akan Satu Hal untuk ikuti arus Sang Penakluk.

Bukan untuk Mu, bukan untuk Mereka, bukan untuk Dia. Hanya UntukNYA Sang Pengetahuan, Yang maha Tahu terbaik maupun Tahu Segala Kelemahan, DibuatNya atmosfir kelemahan namun tetap ada suplemen Untaian Kata mendera, hingga letup lirih terdengar. Sungguh tidak Ingin mengelabui, gundah mencekam namun mengharumkan kekuatan baru bagai vitamin yang kini mulai bereaksi. Transformasi, sungguh canggung, ecamkan hal yang didamba, Kebahagian adalah hak yang bernyawa,  Keberhasilan murni keinginan fitrah. Pembuktian ini pantas sekedar jawaban dari sebuah penantian. Jangan tumbuhkan benih Luka, luas senyuman mengobati gemuruh dalam dada.

Terimakasih ummi. Tak ada Karang yang tak Pecah, Tak ada Lisan yang sempurna mengobati Hati, entah mengapa rasa Terimakasih menghujan dari segala penjuru, Ini JalanNya, Tak berharap untuk Bingung, peta bercahaya, sinarnya menyilaukan mata, namun ada yang meredamnya, yaitu mata Hati.

Balutan Hidayah menyelimuti, berlapis lapis dalam hitungan Detik. rona mewarnai gerakan otot di kedua pipi. Sungguh Sejati Cinta Karna Ilahi, murni tanpa cacat kepentingan Pribadi.

  Untaian Kata mendera, hingga letup lirih terdengar
Melodi terasa Merdu lebih merdu dari suara Tompi.yang sedang manyanyikan lagi L.O.V.E
Untuk Suamiku...Tercinta
Perbandingan adalah Anugerah...
pertandingan bukan Jalan Pintas...
Hasil Akhir yang harus Jadi Prioritas...
Sungguh Allah Maha Tahu Yang Terbaik akan kita...wahai pintu Pembuka Rahmat sungguh Aroma ...tak bisa dilihat kasat mata...melalui mereka tercium Lezat dan racikan fantastis...

Ada Apa dengan Sinabang?
ku bissikan sekarang juga tegas dan Mantab...
"Bukan Akhir....Sayang"

INSYA ALLAH (BY Mia susilawaty)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar