about me

...Story of Children, life n friends. Keep open your mind to see the bright side..

Rabu, 01 Februari 2012

catatan pribadi terpapar sehabis nonton Tv one.


Otodidak sampe ketok magic bisa asal dengan niat, ihktiar istiqomah dan ijin Allah Swt.

Belajar emang lo ajah yang di bangku...insyaAllah siapapun bisa. Asal ada niat. "Kenapa ngotot  ya lo mau kuliah lagi," "Iya kasian anak-anak masih kecil. toh Buku n Otak setiap waktu sudah Allah sediakan.", "Intropeksi umi mia," dialog yang saling berkesinambungan. Ini sering terjadi dan baru terjadi lagi.

Dialog diatas ni buat gw pribadi yah say, kalau ente tersinggung, ga ada aksud looh.
"Ngaca loh mia udah betul belum ngurusin anak, nanti ada masanya untuk itu anak lebih utama, oke coi, belajar dimana saja kapan saja dan dengan media apa saja."
"asal ente ikhlas, tuh waktu buat yang penting, jangan ente ngejedok aja noh di tv, denger tuh mak nye fathan..."
"Iya gw denger." kata sisi hati yang telah luluh.

Dialog diatas berjibaku dalam relung hati setiap waktu. ha ha ha "shut up lo setan...Pergilah.."
"baik saya akan pergi sesudah saya yakin ente ikut sama saya...ha ha ha ha"
Busyet tuh setan, tetep manteb ngegoda gw, ape resepnya masa gw kagak bisa manteb, lalu apa bedanya gw ama setan.
Auzubillahiminzalik.

"Ebte ngomong resolusi, mane tindak lanjutnye..."
 Kembali Dialog berulang-ulang.
Oke kita semua punya dan tentu ada harapan menjadi lebih baik. Sedikit mau berbagi cerita di kala malam.

Ba ca coi..."kurang enak mia...gimana kalau sok idealis sedikit, "
bacalah saudaraku."
"ahhh sok kali macam Dosen,"
"woi baca woi.." "boleh-boleh tapi ini serius nih, bukan undangan nonton dangduttan."
"okelah, bagaimana" kalau mau boleh ko dibaca, sok silahkan..."
"alaah terdengar pasrah kali kau ini, ini medan mak..."
meningan ini.." BACA GA LOH!" hahaha maksa.

Pas jam 12 kurang 7 detik, tepatnya tanggal 31 januari 2012 saya duduk depan Tv sambil nemenin anak main, mulailah saya buka majalah Parenting, akram mulai tertarik untuk ganggu saya yang sedang asik membalik halaman, Sekelibat saja tangan akram merebut majalahnya dan dengan raut wajahnya yang serius, lalu dia pandangin majalahnya, dia lihat lagi dengan seksama dan sangan konsen, lalu dia hadapkan muka mungilnya pada saya dan matanya menunjuk ke arah gambar yang sedang berpose anak ibu lagi bobo, tersentak dia angkat jari telunjuknya, dan langsung ngoceh:

Dengan gayanya macam kritikus handal.
"umi ssst ni bo."
Tingtong, sinyal mau ketawa lah saya di buatnya, di pikir apaan serius kali lah anak hitam ini.
diulang lagi "mi ni bo."
saya jawab dengan menahan tawa, "mana oooh iyah, dede bobo.."
Tangannya bergerak mau nabok. Tapi ga ko cuma gertakan. Berayun sedikit untuk sekedar menggertak saya,
di ulang lagi dengan penuh penghayatan untuk kesekian kali:
"ssst ni bo.."
Kami (fathan dan si kk asisten) ketawa terpingkal-pingkal.
" Ya ampun Akram, serius kali lah kau nak, itu cuma anak sama ibu yang lagi pose berbaring di kasur."
Bisik hati saya.

Wahai umi dan ibu kusayang ,
Seharusnya ada yang bisa di petik dari sini, betapa Anak-anak mudah dengan hanya melihat walau hanya hitungan second. Padahal dalam membalik halaman saya tidak terlalu lambat. ke dua, Akram yang masih balita, mampu mempraktekan dengan lihai walau dengan gerakan jemarinya, dia mampu menarik telunjuknya untuk mengekpresikan perintah yaitu menyuruh saya untuk diam, sst seperti mengisyaratkan jangan berisik. Berarti setiap anak kecil lebih mudah mempraktekan ide yang ada di otaknya untuk diterapkan walau belum bisa bicara.
Contoh lain:
Bayi yang menangis karna lapar dan ngompol.
Tolonglah wahai umi dan ibu yang sangat aku sayangi, mari bersama cetak generasi dengan optimal, boleh saling kasih saran dan masukan, atau kemajuan anak anda di bagikan agar kita sama-sama semangat. Sungguh senang bila melihat status kawan yang mengutamakan perkembangan anaknya, saya salut, saya saja jarang dan kurang perhatian. saya salut pada anda yang begitu.
fokus lah pada hal yang penting seperti ini, anak anda dan anak saya calon pemimpin negeri ini.

Saya hanya ibu yang didapur loh, bukan guru, mohon maaf  yaah bukan menggrurui, mari bersama berdoa untuk anak kita masing-masing, dan yang belum punya saya turut doakan semoga di beri yang terbaik serta keturunan yang terbaik untuk bangsa dan kedua Orang Tua.
Tidak ada murid yang GOBLOK, YANG ADA HANYA gURU YANG GAGAL MENDIDIK.
Tidak ada anak yang nakal, Yang Ada hanya Orang tua yang tindak tanduknya buruk.
Semoga Pernikahan menjadikan kita menjadi lebih baik, baik secara finansial maupun secara emosional.
Saya terus berdoa dan yuk mari bersama-sama berdoa untuk anak-anak kita.

"Rabbi hablii minas shaalihiin."
“Ya Tuhanku, anugeRahkanlah kepadaku (seORang anak) yang teRmasuk ORang-ORang yang saleh.”(Q.S. As-shaffaat: 100)

"Rabbanaa hablanaa min azwaajina waa dzurriiyaatina QuRRota a'yyun, waj a'lna lil muttaqiina imaamaa" 
“Ya Tuhan kami, anugeRahkanlah kepada kami isteRi-isteRi kami dan ketuRunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi ORang-ORang yang beRtakwa.” (Q.S. Al-FuRqan : 74)

"RObbi hablii minladunka dzuRRiyatan thOyybatan innaka samii’ud du’aa..
 YaTuhanku, beRilah aku daRi sisi Engkau seORang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha PendengaR dO`a”.(Q.S. Ali ImRan : 38)

BAIKLAH ibu yang soleh, saya lanjutkan cerita di malam yang sama. 
Saya syukuri hal diatas terjadi, lalu tidak sengaja Fathan ngotak atik tv,  berganti chanel lalu ga sengaja denger Bang Karni ngoceh dengan ciri khas nya, berdebat tentang pasal yang di tujukan untuk Afriyani Susanti.

Tentu masih ingat bukan, tragedi Tugu tani yang menewaskan 9 orang, salah satunya anak balita 2,5 tahun. Betapa saya menangis dan miris sekali, seorang Bapak kehilangan 4 orang sekaligus dalam satu tempat dan satu waktu.
Lama saya simak namun ada bisa saya ambil, sedikit ilmu lagi. Tiba-tiba saya dengar inisialnya S t seorang seniman, Beliau saya sukai dari dulu, karna jagonya berperan dan ahli pewayangan.
 Namun ada yang buat bibir saya mau teriak padanya.
ini sedikit kutipan nya:
..saya Berani ngotot bahkan sangat keras untuk para koruptor, saya sangat berani untuk membabat habis berdebat masalah koruptor...tapi saat ini saya tidak mau, dan tidak berani membahas tentang narkoba, karna banyak yang ingin memberantas narkoba tapi dengan kebencian....
Kurang lebihnya seperti di atas.

Saya setuju kalau ungkapannya seperti itu.Tak lama kemudian dia menambahi, saya makin terpancing untuk melotot.

...banyak ko yang mati-matian ingin memberantas, ada contohnya. saya pernah nanya seorang kapolda, yang memberantas narkoba, tak lama kemudian saudaranya, mati karna OD, saya tanya sama Dia, Mas apa dulu memberantasnya dengan benci, Loh saya kurang tahu mas, udah lupa jawabnya. Inilah maksud saya, Karma sudah terjadi, Ada karma distu karna mungkin ngeberantasnya dengan rasa Benci, Narkoba ini ga bisa kita berantas dengan kebencian, kalau kita terlalu benci dengan masalah narkoba kita bisa kena karma, mungkin anaknya atau cucunya.  Saya ga berani membahas ini, makanya saya ga mau ikut-ikutan nulis di twitter memaki Afriyani Susanti.
sambungnya...
...Koruptor tanpa narkoba ko justru lebih kejam...malah dia membuat jutaan rakyat miskin, sama kan kaya membunuh itu namanya...si Afriyani malah masih mending. apalagi dia lagi make narkoba lagi nyetir yah ga sadar kan..
Itulah kira-kira maksudnya.

Betul juga sih Koruptor Kejamnya ga ada tandingannya. Tapi Saya jelas ingin menjawab, ko karma sih Mas.

Ga lama, seorang Ustad yang bernama Bumi, suami dari artis sinetron cilik, Puput melati.
Menanggapi.
...saya mau menanggapi, menurut kami kaca mata hukum agama, itu bukan karma, ... gini Allah tidak akan merubah hidup seseorang sebelum dia mau merubahnya...ibarat berteman dengan pedagang minyak wangi, dia akan ikut wangi, kalau kita berteman dengan orang soleh kita akan tertular. kesolehannya. Jadi semua itu kembali pada setiap pribadinya, jadi semua itu bukan Karma.

Dan saya semakin meLOTOT penuh haru...karna Ustad yang lain menambahi...

...saya mau menambahi ini ada di surat Annisa, 44 yang berbunyi :
"Sungguh Allah tidak akan menzalimi seseorang walaupun seberat Zarrah dan jika ada kebajikan seberat Zarrah niscaya Allah akan melipatgandakannya dan memberikan pahala yang besar dari sisi-NYA.

maha Benar Allah dengan segala Firmannya.Tahukan kita, Zarrah itu suatu yang teringan. dan terkecil.

Cukuplah. Sampai disini...jadi Karma itu tidak ada, kalau anak kita terjadi apa-apa bukan karma, percayalah...umi.


"Ayat bicara di semua aspek..nah loh ente buka dah yang ngaku muslim tuh Quran"
"...jangan ngejedok aja tuh di lemari...wwwoi.."
"iya iyah...cerewet loh..."
"susah sih lo jangan lama-lama nyadarnye..."
"ampuuun.."
dialog diatas buat saya loh. ..saya pribadi...alih-alih nampar diri...ups..dahsyat...
alhamdulilah...semua kebaikan datang dari ALLAH SWT. kesalahan dan kekurangan hanya dari saya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar