about me

...Story of Children, life n friends. Keep open your mind to see the bright side..

Minggu, 05 Februari 2012

Pertolongan Allah yang tidak terduga

 
Ingin rasanya menyetop bis ini berhenti, ingin berlari, bertanya pada siapapun untuk meyakinkan diri, kalau yang ku lakukan ini salah, namun susah untuk berontak, Seperti kekuatanku hilang, perasaan takut mulai meninju dada, seolah yang duduk disebelahku salah satu dari mereka. Entah mengapa setiap orang di Bis ini, layaknya jombi yang diam terpaku tanpa ekspresi. Malam sudah larut aku masih berada di dalam Bis jurusan Blok M-Tangerang, malam ini aku tidak bisa tidur.
Awalnya aku bertemu Cahya pacar dari sahabat kawanku Rendi, Kami bertemu di acara musik indie sekaligus nonton bersama Sepak Bola Dunia 2006. Kawanku adalah dramer di Band itu. Kami melewati malam dengan ngobrol ngarol ngidur, dan mulai asik dengan cahya karna dia cukup frendly, terbilang sangat cantik di mataku. Ramah supel dan modis. Dia juga orang kaya yang kuliah di Universita mewah di Jakarta. Sesekali dia mengajak bertemu bahkan berniat berkunjung ke rumahku, kamipun mulai dekat dan bertemu di sela pekerjaanku menjadi Top Cat di Mc donal Lippo Karawaci. Aku menghampiri Cahya yang mau berlama-lama menungguku, di sebuah tempat makan tak jauh dari foodcourt Lippo Karawaci. Tdak ada yang janggal dimataku, Cahya mampu membuatku nyaman. Ada saja yang di bahas. Pada akhirnya waktu mulai tidak bersahabat. Cahya mulai mengakhiri karna harus pulang ke rumahnya di wilayah Tebet Jakarta. Sebelum berpamitan dia mengajakku untuk belajar ilmu agama lagi dan dari orang terpercaya, tapi lebih gaul dan smart.
Dia sedikit bercerita tentang Orang tersebut, aku pun dibuat tanggung mendengarkan ceritanya. Dia menelpon sampai dirumah melanjutkan ceritanya, betapa dia ingin mengajakku untuk bergabung pada kelompoknya, tepat sekali kalau aku ikut, aku sedang ingin belajar Ilmu yang hakiki.dan bosan dengan hidup tidak karuan. Sepertinya kami sengaja dipertemukan Allah SWT, untuk saling mencari Ilmu.
Sms sering aku dapatkan darinya, hanya untuk mengucapkan Selamat tidur atau menanyakan udah makan atau belum. Waktu itu Cahya kerumah dan sengaja menginap satu malam, Dia mulai bercerita tentang temannya, Calon Dokter wanita yang masih Koas. Cahya membuatku takjup atas kelugasan bicaranya, mengenai alasannya untuk memperdalam ilmu, Dia mulai membuka catatannya, Dia mengingatkan kalau kita harus segera bertemu dengan wanita smart itu besok pagi di mall Cilandak Squar. Aku ragu karna sama sekali tidak ada uang dan alasan apa yang harus aku utarakan sama mama. Dengan lihai Cahya membuka Al-Quran, seolah bisa menebak pikiranku, Dia membuka Ayat yang menyindirku, yang berbunyi:
” Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang kami wahyukan kepada hamba kami (Muhammad) buatlkah satu surat (saja) semisal AlQuran itu dan ajaklah penolong-penolong mu selain Allah. Jika kamu orang-orang yang benar.”
Cahya membacakan ayat selanjutnya sambil sesekali meninggikan suaranya, guna meyakinkanku untuk mau belajar besok dengan kelompoknya.
“Maka jika kamu tidak dapat membuatnya dan pasti kamu tidak dapat membuatnya, peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.”
Ayat diatas terdapat di Surat Albaqoroh ayat 23-24. Sudah tak terelakan lagi aku bergelora dan aku mantabkan niat untuk pergi, namun aku terpaksa harus berbohong pada mama, namun ini cara agar aku mendapat uang jajan.
Esok harinya kami berangkat dengan bis. Selama perjalanan Cahya sibuk menelphon kawannya untuk bertemu di tempat makan biasa. Dia sesekali memegang tanganku, entah apa yang kurasakan saat itu, sepertinya Cahya teman sejatiku.
Sampailah kami pada tujuan. Di meja yang berisi empat bangku sudah ada kawan Cahya, berkerudung modis, tak kalah cantik dari Cahya. Dia sama seperti kita membawa catatan serta Al Quran kecil. Mulai Akrab. Cahya memujiku dan membicarakan prestasi yang sudah aku raih. Aku melayang di buatnya. Dina sapa akrabnya adalah teman satu kampus namun beda jurusan. Tak lama kami ngobrol, datanglah wanita smart yang dibilang Cahya. Dia tinggi dan memakai jilbab langsung namun busananya tetap  modern. Setelah acara basa-basi dan perkenalan diantara kami bertiga. Dia mulai bercerita tentang Sejarah islam pada Zaman Abu Jahal yang seolah-olah ceritanya agak mirip pada zaman Bung karno, setiap kali dia cerita sepertinya aku harus melihat matanya, yang hitam dan besar. Aku terpana dengan penjelasan ulasan demi ulasan, maklumlah aku ini minim ilmu Sejarah Islam. Dia lanjut lagi pada sejarah Abu Lahab di sinyalir sangat mirip dengan kisah Suharto yang rakus dan Tamak.
  Mulailah penasaran yang membabi buta, aku terbuai dengan deretan angka dari tahun sejarah yang di sebutkan. Wanita itu hapal di luar kepala, tidak perlu liat buku, dia hanya menyuruhku untuk membuka Alquran surat dan ayat yang menyinggung apa yang dibicarakan, untuk memastikan kebenarannya. Alhasil semua yang diutarakan adalah benar. Pikiranku tidak seimbang aku berat sekali padanya, seolah aku tidak ingin berpisah dari mereka yang cepat menjadi keluarga baruku. Dia menawarkan untuk ikut Pembaiatan, yaitu memasuki kawasan Negara Islam. Aku terperanjat heran kenapa harus ada Pembaiatan, setiap bertanya karna ragu, langsung dia Buka AlQuran dan aku yang membacanya. Ada kejanggalan, mulai ku ingat ini adalah kelompok yang mengikat. Tapi aku merasa ingin coba samapai sejauh mana aku bisa masuk. @Sok tau.com
Setelah pertemuan itu, aku pulang dengan gembira, maklum aku termasuk orang bego ilmu agama, sehingga mudah di buat Takjub dengan paparan Sejarah Islam darinya. Kami berjanji untuk bertemu lagi, seiring waktu kamipun sering bertemu, hanya untuk meyakinkan masuk di Negara Islam , aku disuruh bayar Pajak dan semacam Pajak telah menjadi warga Negara, aku mengeluarkan seratus Ribu, dan kupinjam Cahya Seratus ribu, Aku diiming-iming Surga dan akan bisa melihat Wilayah Islami termewah sebagai Markas Nii yang kutahu itu adalah Pondok Pesantern. Terbesar di Asia Tenggara. Sampai sekarang aku tidak tahu kebenarannya.
 Setelah mengalami empat Pertemuan dari Mall ke Mall lain. Hari ini aku dibawa laki-laki muda, dan ada 3 rekan yang akan dibaiat, namun aku tidak kenal. Kami diajak berputar-putar untuk menjemput rekannya lain, selama perjalanan kami disuruh menutup mata, aku tidak ingat, dimana aku berada. Setelah sampai kami semua harus tetap menutup mata, ternyata kami sudah berada di ruangan berukuran 4 x 6 meter, berjejerlah bangku dan meja, kulihat dinding berwarna seperti kelas TK. Kami duduk sendiri-sendiri dan mulai dijelaskan Ilmu Tuhid yaitu Ilmu ketuhanan.
Mulai ada Perang dalam diri ini, Ketika aku kembali dengar Nii darinya, aku merasa salah untuk coba-coba ikut, dan ada dalam ruangan ini sungguh salah.  namun katanya pertemuan ini bukan Pembaiatan, kalau aku mau di Baiat harus menginap terlebih dulu. Aku agak tenang, karna aku bisa pulang dan memutuskan untuk tidak bergabung dengan mereka, apa daya sudah nyemplung sulit untuk keluar lagi.
Pembaiatan itu tepatnya besok, aku pun diantar sampai terminal Blok M, aku pake bis 45 jurusan blok M-Tangerang. Aku bingung memikirkan bagaimana besok untuk kabur. Itulah sebabnya diawal cerita mengapa aku seperti orang ketakutan yang melihat Jombi. Sudah larut malam. Sampai dirumah aku tidak bisa tidur. Pagi sekali aku beranikan diri bercerita pada mama, tidak bisa aku terus membohonginya, aku tidak pernah menyembunyikan apapun darinya. Mama teman terbaikku, setelah mama mendengarkan ceritaku, kaget bukan kepalang, dia lalu menelpon bapak yang masih di kantor. Untuk segera pulang karna aku akan dijemput mereka di baiat, tepatnya jam 10 Cahya dan Dina sudah bertamu kerumahku. Bapak tentu masih dijalan.
Mama menerima mereka, dan aku disuruh tegas menolaknya, tapi seraya tubuh ini lunglai, gemetar ketakutan. Akhirmya mama meminta Pertolongan Tetanggaku yang saat itu tidak bekerja, Sudah Ijin Allah, entah kenapa pas sekali hari itu Tante sebutan Tetanggaku, tidak ke kantor., Beliau seorang Jaksa yang sudah tahu Gerakan mereka menyesatkan. Aku diajaknya untuk menemaninya membeli sesuatu di Perum 2. Ketika kami sedang ngobrol perihal ajakan mereka, Tante datang dan langsung masuk dengan gayanya yang tegas, Tante mengajakku pergi. Mereka bingung dan membujukku, aku berat sekali, karna untuk bilang ke mereka kalau mereka itu sesat saja. Aku tidak punya bukti apapun.
   Diajaklah aku ke Atm, disitu kami ngobrol, Tante katakan, aku hanya harus menghindar dengan alasan apapun, Tante sudah tau, sudah banyak yang seperti mia, namun mia masih beruntung, Karna mia masih mau bercerita pada Orang tua, banyak yang sudah jadi korban, banyak berita gadis muda hilang, dan orang tua yang kehilangan putra putrinya.
Ini pertolongan Dari Allah swt melalui Tante tetanggaku, yang sekarang beliau adalah nenek dari anak-anakku, sekaligus mertuaku sampai saat ini, ini fakta. Jangan terlalu akrab dengan orang yang baru dikenal. Pelajaran bisa dipetik carilah Ilmu sebanyak mungkin tentang Agama, minimnya ilmu tentu kurangnya kekuatan diri dalam menangkal apapun yang merugikan kita. Terimakasih Mama, kini warna Pemangi itu terlihat Indah. Terimakasih Tante atau ku sebut mama juga, yang mempercayakan aku menjadi menantumu, sehingga aku tidak terjerumus lebih dalam kesesatan. Ahamdulilah Segala Puji Bagi Allah Pemilik jagat ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar