about me

...Story of Children, life n friends. Keep open your mind to see the bright side..

Sabtu, 21 April 2012

Hari yang menjadi buah bibir namun makna hilang Merayap


Assalamualaikum WWB

Haloo ha ibu wanita Indonesia, isteri yang super luar biasa. Waaah Udah hari kartini aja nih, Ga ada habisnya yah ngomongin Emansipasi.

Sudah bosan ga sih dengan istilah emansipasi dan sudah lelah mendengar kata Harinya wanita dari media manapun juga sekedar lirikan layar kaca yang menampilkan betapa hebatnya kata Emansipasi yang membuat wanita Indonesia cerdas. “Cerdas apa nih bu….”

Tidak bermaksud menyela Raden Ajeng Kartini, sosok beliau masih membahana sampai sekarang, turun tangan media yang positif banyak menyorot beliau dan memang patut selalu jadi bahan perbincangan atas kebaikan dan sumbangan pemikiran untuk wanita di Indonesia atas pendidikan dalam memperjuangkan hak wanita itu sendiri mengembangkan ilmu, mengasah keterampilan dan ikut berperan dalam membangun bangsa. Ini sangat memberi aroma positif untuk regenerasi agar terus mengingat jasa dan perjuangan beliau. sayapun sangat menghargai peran media. 

Pemikiranpun terus menjadi momok yang harus dipertanyakan looh…?.
DAN INILAH YANG LEBIH DIUTAMAKAN sebuah pertanyaan bukan sekedar bagaimana merayakan, Sungguh Sudahkah saya Cerdas sebagai ibu, dan wanita pada umumnya?
Namun entah itu hari kartini atau hari ibu itu sendiri, seperti tidak ada semangat untuk berkata lagi ketika masih saja ada kabar seorang wanita tega menjual anaknya,
seorang ibu sengaja membuang bayinya,
Anak remaja menggandrungi band asing bahkan rela membayar ratusan ribu untuk sekedar nonton dari kejauhan padahal ibunya banting tulang untuk makan sehari-hari,
Remaja putri buka paha tinggi-tinggi karna bisa merasa lebih percaya diri because What  "aku kan pingin kaya grup girls yang di tv itu loh, mah!" Timbullah penyelewengan para remaja putra terhadap putri kita.
Ada geng motor wanita yang bangga memukul kawan wanitanya sendiri.
Ada pembantu menyiksa anak majikan, karna ibunya judes dan pelit, karena setelah di tanya "kenapa kamu rela menyiksa anak tersebut? "Habis majikan saya judes, kalau nyuruh kasar udah gitu pelit lagi."
ada anak sd yang diperkosa secara bergiliran oleh anak smp.
Iiiih seremkan bu…
Lalu setelah banyaknya buah bibir tentang hari Kartini yang disebarluaskan siapa yang harus dipersalahkan. Tentu masih banyak lagi berita yang lebih mengerikan. Tidak bermaksud menjadi kompor agar luapan emosi itu terkuak.

Lebih baik saya tampar diri ini dulu secara emosi.
Mmmmh apa yang sudah saya perbuat selama ini?, adakah tangan ini mencampuri hal untuk sekedar bisa bermanfaat untuk orang lain?
Dimanakah saya saat anak menangis karna berebut mainan, boleh jadi dia enggan memeluk saya malah berlari ke sang asisten.
Sedang apa ketika anak bermain sendirian, apakah sedang sibuk menonton infoteimen?
Ketika ada berita seorang anak wanita yang hampir digauli pacarnya. lalu dari kejauhan Ada seseorang yang sibuk menyalahkan sang ibunya, "lagian sih si ibu makanya dong jangan duniawi aja pikirin anaknya awasin tuh anak, cari akhirat,  si ibu ini pasti ga ngaji, iitulah karna kurang ilmu agama."
Tidaklah bijak seseorang bila menyikapi suatu kabar hanya menyalahkan, lalu menyinggung si objek apalagi dijadikanj bahan perbincangan hanya mencari kesalahan semata.

memang tegas orang berilmu, tapi kurang bijak mempergunakan ilmu bila hanya sibuk  membandingkan bahwa anda lebih baik dari orang lain.
Ilmu bagaikan butiran rintikan hujan yang dibagikan oleh Allah melahirkan butiran benih yang bermanfaat untuk orang banyak, dan Allah sengaja contohkan melalui ayatnya, tidakkah kita lihat ada rumput yang tumbuh sendiri di halaman, itu karna setiap butiran hujan ada benih yang akan tumbuh dengan ijin sang pencipta. Lebih lengkapnya ada pada surat Al-An‘am ayat  99:
 Dan dialah yang menurunkan air dari langit, lalu kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butiran yang banyak dan dari mayang kurma, mengurai tangkai-tangkai yang mengjulai dan kebun-kebun anggur, dan (kami keluarjan pula)Zaitun dan delimayang serupa dan tidak yang serupa.Perhatikanlah buahnya pada waktu berbuah dan menjadi masak. Sungguh, pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah ) bagi orang-orang yang beriman.
Semoga  tulisan ini bermanfaat, terus berproses bukan hanya ingin mempunyai potensi tapi bisa berpotensi melahirkan sisi positif dalam hal ini bermanfaat.
Setiap wanita dilahirkan cerdas, karna dia tercipta bersama rahim dan instink keibuan. Dasar INILAH SETIAP WANITA ITU ADALAH PILIHAN. Berita mengenai banyaknya penyelewengan yang dilakukan oleh wanita adalah tugas setiap wanita, ibu dan isteri dimanapun ia berada untuk serta merta mencari jawaban apa yang harus terus diperbaiki, serta langkah konkrt menjadikan diri lebih baik dimulai dirumah kita sendiri.
Welcome to de club, dunia yang sebenarnya adalah Rumah (Home)
Ketika banyak diri wanita itu sendiri yang belum menyadari urgensi dari arti kata emansipasi, bahkan belum ada perbaikan secara signifikan, ingin sekali menegur khususnya sang penulis ini mari ketuk dinding hati, renungi kesalahan yang berbuah pahit bagi orang lain. Apakah sudah melahirkan bekal untuk dibawa pulang ketika tubuh kaku tak bernyawa. Masihkah harus menyalahkan setiap individu dengan dalih tidak mampu berbuat sesuatu, adakah manfaat yang diberikan.
Semoga tidak terus ikut seraya meramaikan Hari Kartini bagai terombang ambing dengan gemerlapnya pesta dan gaun cantik. Saya AMAT YAKIN ANDA CERDAS. Semangat wanita Indonesia. Dunia ada di tangan anda pada akhirnya, ini hanya sekedar ungkapan lebai, tapi syarat meluapnya emosi untuk memberikan semangat Kartini.
Rumah “ya rumahlah pondasi tumbuh geraknya anak kita. PELUK MEREKA, sesibuk apapun usap air matanya, pujilah mereka, menangislah jika ingin menangis dalam berdoa untuk mereka, walau tak selalu ada waktu bersama mereka seringlah belay mereka ketika anda sedang bersamanya. ANDA SIBUK BEKERJA, tetaplah belajar memahami mereka, jagalah hatinya mantab melihat Dunianya, bangkitkan semangat mereka dengan tidak mengomentari buruk atau melabelkan anak kita dengan kata bodoh dan hantu belau sebagainya, nyanyilah kalau perlu menarilah bersama mereka, RASAKAN ATSMOSFIR RIANG MEREKA BERSAMA KITA WALAU HANYA SESAAT, dengarlah betapa indah gurauan mereka saat mereka mulai bercerita, saat dikantor rasakan detik yang hampa karna mereka berada dirumah.
Wahai ibu Emansipasi bukan sekedar persamaan derajat, apabila laki-laki harus bekerja kenapa wanita tidak. Emansipasi bisa cenderung pada persamaan pengakuan atas kelayakan dalam berperanpenting untuk orang banyak dan bumi laki-laki dan wanita, pengakuan persamaan pentingnya keberadaan jati diri laki-laki dan wanita untuk anak dirumah, serta persamaan pengakuan atas hebatnya antara laki-laki dan wanita namun tetap berbeda tempat dan fungsinya.
Jadi wanita harus sama diakui betapa penting keberadaannya dalam rnncah di manapun ia berada.
So  heeiii, kalau ada wanita hanya dirumah, “aaah situ hanya dirumah paling kerjanya itu-itu aja.”
Boleh deh ente bilang begitu. Tapi ko dapet cuti melahirkan 3 bulan aja, suntuknya bukan main bawaannya ngeluuuh mulu, “aduh meningan kerja deh kalau di rumah mulu bt.”
Nahloh, so betapa hebatkan ibu-ibu yang stay dirumah, apalagi sambil bisnis tuuuh.
Semangat umiii dan Ibu rumah tangga lainnya, tetep belajar yaaah Saya salut pada ibu-ibu yang berbisnis di rumah anak-anak tetap prioritas. Chhayoooo.
Kurang lebihnya mohon maaf… Hanya tempat kembalilah Allah Sang Pencipta.
wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar